Nov 04, 2026
Business

WASHINGTON — Donald Trump Cabut Pembatasan Emisi Pembangkit Batubara Amerika Serikat

Langkah kontroversial kembali diambil oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kebijakan energi dan lingkungan. Kebijakan pelonggaran dan

WASHINGTON — Donald Trump Cabut Pembatasan Emisi Pembangkit Batubara Amerika Serikat

Langkah kontroversial kembali diambil oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kebijakan energi dan lingkungan. Kebijakan pelonggaran dan penghapusan batas emisi bagi pembangkit listrik tenaga batubara dan gas dinilai tidak hanya bermotif keuntungan finansial semata, melainkan sarat akan simbolisme budaya, identitas politik, dan persepsi maskulinitas yang telah lama melekat pada industri bahan bakar fosil di Negeri Paman Sam.

Meskipun kontribusi tenaga kerja di sektor pertambangan batubara kian menyusut dalam beberapa dekade terakhir, retorika politik di Washington kerap menempatkan para pekerja tambang sebagai pahlawan ekonomi nasional. Fenomena ini menciptakan paradoks mencolok jika dibandingkan dengan sektor jasa modern yang secara riil menyerap jauh lebih banyak tenaga kerja lokal.

Data Ketenagakerjaan: Realitas Kontras Sektor Batubara vs Industri Modern

Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Bureau of Labor Statistics (BLS), jumlah pekerja di seluruh rantai industri pertambangan batubara di AS saat ini hanya berkisar di angka 38.000 orang. Angka ini mencakup seluruh pekerja tambang di lapangan hingga staf operasional terkait.

Secara mengejutkan, jumlah tersebut kalah jauh jika dibandingkan dengan industri kebugaran dan gaya hidup. Data organisasi profesi Yoga Alliance mencatat ada lebih dari 100.000 instruktur yoga yang terdaftar secara resmi di seluruh penjuru Amerika Serikat. Realitas ini menunjukkan bahwa industri yoga menyumbang mata pencaharian bagi lebih banyak keluarga Amerika dibandingkan sektor tambang batubara.

"Yoga kerap dipandang sebagai sesuatu yang kosmopolitan dan feminin, sementara pertambangan batubara digambarkan sebagai pekerjaan keras, terhormat, dan maskulin," tulis kolumnis The Guardian, Moira Donegan, menyoroti bias kultural dalam kebijakan energi AS.

Dinamika Kebijakan Energi Fosil di Panggung Politik Amerika Serikat

Perjalanan regulasi emisi pembangkit energi fosil di AS terus mengalami tarik-ulur seiring pergantian rezim kekuasaan. Berikut adalah garis waktu dan faktor pendorong utama di balik perlindungan terhadap industri energi fosil:

  1. Era Regulasi Ketat Iklim: Pembatasan ketat emisi karbon sebelumnya diberlakukan guna menekan laju pemanasan global dan mendorong transisi ke energi terbarukan ramah lingkungan.
  2. Retorika Populis dan Janji Politik: Politisi konservatif, khususnya kubu Donald Trump, secara konsisten menjadikan isu pembukaan kembali tambang batubara sebagai senjata kampanye untuk merebut suara kelas pekerja di wilayah pedesaan (Rust Belt).
  3. Pemberian Kelonggaran Emisi: Keputusan menghapus batas polusi pembangkit listrik diambil atas dalih menjaga kemandirian energi dan menyelamatkan lapangan kerja tradisional, kendati data riil ketenagakerjaan menunjukkan penurunan tren.

Kesenjangan narasi ini menegaskan bahwa keberpihakan terhadap bahan bakar fosil tidak sekadar berakar pada kalkulasi ekonomi rasional, melainkan eksploitasi sentimen nostalgia dan citra maskulinitas pekerja tambang demi mempertahankan basis elektoral pemilih tradisional di Amerika Serikat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User