Nov 04, 2026
Business

Jim Ratcliffe Hentikan Produksi Tiga Pabrik Kimia di Hull

Miliarder asal Inggris Sir Jim Ratcliffe mengumumkan penghentian operasional sementara tiga pabrik kimia milik Ineos di Hull, Yorkshire. Keputusan drastis

Jim Ratcliffe Hentikan Produksi Tiga Pabrik Kimia di Hull

Miliarder asal Inggris Sir Jim Ratcliffe mengumumkan penghentian operasional sementara tiga pabrik kimia milik Ineos di Hull, Yorkshire. Keputusan drastis ini diambil karena harga gas di Inggris yang dinilai "konyol" tingginya, membuat perusahaan tidak mampu bersaing di pasar global. Ineos, konglomerat kimia terbesar di Eropa, menyatakan akan "memarkir" pabrik-pabrik tersebut hingga kondisi ekonomi membaik.

Ineos Tak Bisa Bersaing meski Situs Humberside Paling Efisien

Sir Jim Ratcliffe, pemilik Ineos sekaligus orang terkaya kedua di Inggris, menyalahkan kebijakan energi pemerintah Inggris yang gagal menjaga harga gas tetap kompetitif. Meskipun ketiga pabrik di Humberside telah beroperasi dengan efisiensi tinggi dan standar industri terbaik, biaya energi yang membengkak membuat margin keuntungan menyusut drastis. Ratcliffe menegaskan bahwa Ineos tidak memiliki pilihan selain menghentikan produksi sementara waktu.

"Kami sudah berusaha sekeras mungkin, tetapi ketika harga gas Inggris tiga kali lipat lebih mahal dibanding benua Eropa lainnya, mustahil tetap kompetitif. Ini bukan kesalahan pabrik kami, ini kesalahan kebijakan," ujar perwakilan Ineos dalam pernyataan resminya.

Pengumuman ini menjadi pukulan telak bagi sektor manufaktur Inggris, yang sudah lama mengeluhkan beban biaya energi. Tiga pabrik yang akan dimatikan sementara tersebut memproduksi berbagai produk kimia dasar yang digunakan dalam industri farmasi, otomotif, dan konstruksi. Akibatnya, ribuan pekerja terancam menghadapi ketidakpastian masa depan mereka.

Harga Gas Inggris Termahal di Eropa

Analisis terbaru menunjukkan bahwa harga gas di Inggris secara konsisten lebih tinggi dibanding negara-negara Eropa lainnya. Meskipun Inggris merupakan produsen gas alam sendiri, struktur pasar dan kebijakan regulasi menyebabkan harga jual kepada industri tetap melambung. Banyak pakar enerji menuding sistem harga yang terkait dengan harga listrik, bukan harga gas komoditas langsung, sebagai akar masalahnya.

AspekInggrisJermanPrancis
Harga Gas (per MWh)£45-50£15-20£18-22
Sumber UtamaImpor & DomestikImpor (Rusia/Norwegia)Nuklir & Impor
Dampak IndustriKritisModeratStabil

Data di atas menggambarkan kesenjangan yang sangat lebar antara Inggris dengan negara-negara tetangga. Harga gas Inggris bisa mencapai 2,5 kali lipat dari harga di Jerman dan Prancis. Situasi ini membuat banyak produsen kimia mempertimbangkan pemindahan operasi ke luar negeri.

Dampak terhadap Sektor Manufaktur Inggris

Penghentian produksi di Hull ini bukan insiden terisolasi. Sebelumnya, beberapa pabrik kimia dan baja di seluruh Inggris juga mengumumkan pengurangan kapasitas atau penutupan sementara akibat krisis energi. Sektor manufaktur Inggris kehilangan daya saing di pasar global, sementara negara-negara seperti Jerman, Belanda, dan Prancis menawarkan tarif energi yang jauh lebih rendah bagi industri berat.

Para pemimpin serikat pekerja menyuarakan kekhawatiran serius atas nasib ribuan pekerja di Humberside. Mereka mendesak pemerintah untuk segera melakukan intervensi kebijakan sektor energi sebelum kerusakan ekonomi menjadi permanen. "Ini bukan sekadar soal satu perusahaan, ini tentang masa depan manufaktur Inggris secara keseluruhan," ujar sekjen serikat pekerja setempat.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Untuk mengembalikan daya saing industri, banyak pihak menyarankan pemerintah Inggris mengadopsi model subsidi energi seperti yang diterapkan di negara-negara Eropa lainnya. Tanpa intervensi kebijakan yang berarti, risiko gelombang penutupan pabrik lebih lanjut akan terus mengancam sektor manufaktur Inggris. Ineos sendiri menyatakan siap mengaktifkan kembali pabrik-pabrik tersebut jika kondisi harga gas membaik secara signifikan.

Kasus Hull menjadi cerminan nyata dari krisis energi yang melanda Inggris dan dampaknya terhadap basis industri negara tersebut. Apakah pemerintah akan bertindak cepat atau membiarkan sektor manufaktur terus merosot, hanya waktu yang akan menjawabnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User