Produser "In the Shadows" Rilis Mandiri Usai Distributor Britania Bangkrut
Produser film biopik tinju Britania, “In the Shadows”, berhasil menyelamatkan proyek mereka di menit-menit terakhir setelah distributor Britani
Produser film biopik tinju Britania, “In the Shadows”, berhasil menyelamatkan proyek mereka di menit-menit terakhir setelah distributor Britania, True Brit Entertainment, mengajukan permohonan administrasi pada akhir September. Keputusan itu memaksa tim produksi mengambil langkah luar biasa: merilis film secara mandiri di pasar Britania.
Film ini mengisahkan kisah nyata Ramla Ali, petinju, model, dan Duta UNICEF asal Britania-Somalia yang menempuh jalan penuh rintangan menuju panggung dunia. Rencana rilis yang telah disusun matang mendadak goyah ketika True Brit Entertainment, yang sebelumnya memegang hak distribusi Britania, jatuh ke dalam masalah keuangan dan menghentikan operasional.
Kronologi Krisis Distribusi
- Akhir September 2024: True Brit Entertainment mengajukan permohonan administrasi resmi, menandai keruntuhan salah satu distributor independen Britania yang tengah naik daun.
- Awal Oktober: Tim produksi “In the Shadows” menerima pemberitahuan bahwa kontrak distribusi tidak dapat dijalankan, memicu kekhawatiran film gagal tayang sesuai jadwal.
- Pertengahan Oktober: Produser menggelar rapat darurat dan menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk bioskop-bioskop independen dan platform digital, untuk mencari jalan keluar.
- Akhir Oktober: Keputusan bulat diambil: film akan dirilis sendiri melalui mekanisme self-release, tanpa distributor besar.
- November 2024: Kampanye promosi mandiri dimulai, mengandalkan kekuatan cerita Ramla Ali dan dukungan komunitas tinju serta diaspora Somalia di Britania.
“Kami tidak bisa membiarkan kisah sepenting ini tenggelam begitu saja hanya karena satu distributor gagal. Ini bukan sekadar film, ini tentang representasi dan ketangguhan,” ujar salah satu produser dalam pernyataannya kepada media.
Langkah Berani di Tengah Badai Industri
Keputusan merilis film secara mandiri bukan tanpa risiko. Tanpa distributor, tim harus menanggung sendiri biaya pemasaran, negosiasi dengan jaringan bioskop, dan strategi digital. Namun, sejumlah pengamat industri menilai langkah ini justru mencerminkan pergeseran lanskap distribusi film di Britania pasca-pandemi, di mana studio besar semakin selektif dan distributor independen rentan terhadap tekanan finansial.
Film “In the Shadows” sendiri telah menarik perhatian sejak pengumuman produksinya. Kisah Ramla Ali, yang lahir di Mogadishu dan mengungsi ke London saat masih anak-anak, menjadi simbol perlawanan terhadap stereotip gender dan ras. Ia menjadi petinju profesional pertama asal Somalia yang menorehkan sejarah di dunia tinju internasional, sekaligus menembus industri fesyen sebagai model.
- Ramla Ali adalah Duta UNICEF dan mantan pengungsi yang kini menjadi ikon olahraga Britania.
- True Brit Entertainment runtuh setelah gagal mendapatkan pendanaan lanjutan pada kuartal ketiga 2024.
- Rilis mandiri direncanakan mencakup bioskop terpilih di London, Birmingham, dan Manchester, serta platform video-on-demand.
Meski tanpa dukungan distributor besar, produser optimistis film ini mampu menemukan penontonnya sendiri. Strategi pemasaran berbasis komunitas, penayangan khusus bersama organisasi diaspora, dan keterlibatan langsung Ramla Ali dalam sesi tanya jawab disebut sebagai kunci.
“Kami percaya bahwa cerita yang jujur akan selalu menemukan jalannya. Penonton Britania layak menyaksikan kisah ini, dan kami akan memastikan mereka bisa,” tambah produser.
Bagi industri film Britania, kasus ini menjadi pengingat keras akan kerentanan ekosistem distribusi independen. Namun, bagi tim “In the Shadows”, ini adalah babak baru dalam perjuangan panjang—bukan hanya di atas ring, tetapi juga di balik layar.
Film biopik petinju Britania-Somalia Ramla Ali harus kehilangan distributor True Brit Entertainment yang kolaps akhir September. Produser pun bergerak cepat dan memutuskan merilis sendiri filmnya di bioskop terpilih dan platform digital. Kisah perjuangan Ramla Ali kini jadi simbol ketangguhan di balik layar maupun di atas ring. Baca selengkapnya!
Comments (0)