LONDON — Analisis eksklusif yang dirilis Selasa (25/8/2026) mengungkap temuan mencengangkan: emisi karbon dari dua pusat data (datacenter) yang direncanakan di Inggris akan melampaui total seluruh emisi perusahaan minyak raksasa ExxonMobil di Britania Raya. Kedua fasilitas raksasa tersebut dijadwalkan berdiri di Buckinghamshire dan Bedfordshire, dengan prediksi emisi mencapai 4,5 juta ton karbon dioksida per tahun saat beroperasi penuh.
Temuan ini memicu kekhawatiran serius di kalangan ilmuwan iklim dan pengamat kebijakan energi. Mereka menilai lonjakan permintaan infrastruktur digital—yang digerakkan oleh ledakan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan—kini berubah menjadi ancaman langsung terhadap target iklim nasional Inggris yang telah disahkan secara hukum.
Ancaman Serius terhadap Target Iklim Nasional
Pemerintah Inggris memiliki komitmen hukum yang mengikat untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050, ditambah target reduksi emisi bertahap setiap lima tahun melalui skema carbon budget. Para ahli menyebut proyeksi emisi kedua datacenter ini menunjukkan "ancaman serius" bagi capaian target tersebut.
"Emisi dari hanya dua fasilitas saja sudah melampaui salah satu perusahaan fosil terbesar di dunia dalam operasinya di Inggris. Ini sinyal alarm bahwa pembangunan datacenter harus masuk sepenuhnya ke dalam strategi iklim nasional," ujar seorang analis energi yang terlibat dalam kajian tersebut.
Skala masalahnya menjadi semakin jelas ketika dibandingkan dengan jejak karbon pelaku industri lain. Berikut perbandingannya:
| Sumber Emisi | Estimasi Emisi Tahunan |
|---|---|
| Dua datacenter Buckinghamshire & Bedfordshire | ±4,5 juta ton CO2 |
| Total operasi ExxonMobil di Inggris | Di bawah 4,5 juta ton CO2 |
Kronologi Wacana dan Kebijakan
Kontroversi ini tidak muncul begitu saja. Sejumlah tahapan penting melatarbelakangi kondisi terkini:
- Booming permintaan AI: Pertumbuhan pesat layanan kecerdasan buatan mendorong perusahaan teknologi global membangun kapasitas komputasi masif di Inggris.
- Izin pembangunan disetujui: Dua lokasi besar di Buckinghamshire dan Bedfordshire masuk jalur perencanaan, dengan skala operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara itu.
- Analisis independen dilakukan: Pakar menghitung proyeksi emisi gabungan kedua situs dan membandingkannya dengan emisi korporasi fosil di Inggris.
- Temuan dipublikasikan: Hasil analisis diumumkan pada 25 Agustus 2026 dan langsung memicu perdebatan publik serta tekanan politik.
Mengapa Datacenter Menghisap Energi Begitu Besar?
- Ribuan server yang bekerja nonstop membutuhkan listrik berkapasitas raksasa selama 24 jam sehari.
- Sistem pendingin untuk menjaga suhu perangkat menyerahkan konsumsi energi tambahan yang signifikan.
- Beban kerja model AI jauh lebih intensif dibanding komputasi web biasa, sehingga melipatgandakan permintaan daya.
- Jaringan cadangan listrik sering masih mengandalkan generator fosil saat pasokan utama terganggu.
Faktor-faktor tersebut menjelaskan mengapa satu kompleks datacenter modern dapat setara dengan emisi sebuah kota menengah. Ketika dua fasilitas sekaligus beroperasi penuh, dampak kumulatifnya menggeser neraca energi nasional secara nyata.
Tekanan Politik dan Jalan ke Depan
Publikasi temuan ini diperkirakan menempatkan isu datacenter sebagai agenda panas dalam debat kebijakan energi Inggris. Aktivis lingkungan mendesak pemerintah mensyaratkan setiap datacenter baru menggunakan tenaga terbarukan secara penuh, menerapkan pendinginan hemat energi, serta membuka kembali akses listrik bagi rumah tangga yang kini bersaing dengan industri digital.
Sejumlah anggota parlemen dilaporkan akan meminta penjelasan resmi mengenai bagaimana proyek sebesar ini lolos proses perizinan tanpa kajian dampak iklim yang memadai. Sementara itu, kalangan bisnis berargumen bahwa sektor datacenter adalah tulang punggung ekonomi digital dan penciptaan lapangan kerja, sehingga solusinya bukan menghentikan pembangunan, melainkan mengharuskannya bertenaga hijau.
Yang pasti, perdebatan ini menegaskan satu hal: era AI telah menghadirkan musuh tak kasatmata bagi iklim—bukan lagi asap cerobong, melainkan deru server di gedung-gedung tak berjendela di pedesaan Inggris. Keputusan pemerintah dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan apakah ambisi digital dan ambisi iklim Inggris bisa berjalan seiring, atau saling saling menghancurkan.
[SOCIAL_TWEET]: Dua datacenter di Inggris bakal memancarkan 4,5 juta ton CO2 per tahun—lebih besar dari seluruh emisi ExxonMobil di Inggris. Ledakan AI kini jadi ancaman baru bagi target iklim. #Iklim #DataCenter #AI[SOCIAL_TG]: ⚡ BERITA IKLIM | Dua datacenter raksasa yang direncanakan di Inggris diproyeksikan memancarkan 4,5 juta ton CO2 per tahun—lebih besar dari seluruh emisi ExxonMobil di negeri itu. Ahli: ancaman serius bagi target iklim yang mengikat hukum. Detail lengkap di artikel.
Comments (0)