Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dijadwalkan akan menyampaikan pidato penting di Dewan Perwakilan Rakyat (House of Commons) pada Selasa (2/9/2026), membawa visi ambisius untuk mengembalikan kendali layanan publik esensial ke tangan negara. Ini merupakan pidato pertamanya di depan majelis rendah parlemen dalam kurun waktu 16 tahun terakhir, dan baru enam minggu setelah ia resmi menjabat sebagai perdana menteri ketujuh Inggris dalam satu dekade terakhir.
Burnham, yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester selama hampir satu dekade, menegaskan bahwa kepemilikan publik atas layanan dasar seperti air dan energi merupakan satu-satunya jalan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara merata di seluruh negeri. Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan biaya hidup yang semakin berat dan desakan dari para anggota parlemen untuk melakukan reformasi sistem pemilu.
Visi "Manchesterism" untuk Ekonomi Nasional
Keberhasilan Burnham dalam mentransformasi Greater Manchester menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Inggris menjadi landasan utama dari visi nasionalnya. Model yang ia sebut sebagai "Manchesterism" atau sosialisme yang ramah bisnis ini berfokus pada desentralisasi kekuasaan dari London ke daerah-daerah, serta pengembalian kendali atas utilitas publik kepada masyarakat.
"Andy sangat optimis bahwa kendali publik atas layanan esensial akan menjadi satu-satunya cara untuk mengembalikan harapan bagi rakyat Inggris, terutama dalam mengatasi krisis biaya hidup," ujar sumber dari Kantor Perdana Menteri (No 10).
Dalam rencananya, Burnham berencana untuk memberikan kendali lebih besar kepada daerah atas sektor air dan energi, dengan pemerintah pusat menyusun rencana 10 tahun untuk mengurangi biaya bagi konsumen. Langkah ini akan menjadi salah satu pemindahan kepemilikan terbesar dalam sejarah industri Inggris sejak era privatasi di bawah Perdana Menteri Margaret Thatcher pada tahun 1980-an.
Rencana Kendali Publik atas Air dan Energi
Salah satu poin paling kontroversial dari agenda Burnham adalah rencana nasionalisasi perusahaan air yang sedang bermasalah, Thames Water. Perusahaan utilitas terbesar di Inggris ini tengah menghadapi krisis keuangan akibat denda lingkungan yang besar dan janji perbaikan infrastruktur yang belum terpenuhi. Burnham berpendapat bahwa pemilikian publik dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini sekaligus menahan kenaikan tagihan bagi konsumen.
Selain sektor air, Burnham juga berencana untuk mengambil alih operasi jaringan distribusi energi listrik. Namun, rencana ini tidak mencakup pembangkitan listrik atau penjualan langsung kepada konsumen, yang akan tetap berada di tangan swasta. Pendukung rencana ini mencontohkan model utilitas di Berlin dan Paris, di mana layanan air dijalankan oleh organisasi independen tetapi dengan saham mayoritas dipegang oleh pemerintah kota.
"Model ini memberikan hak kepada pekerja dan penduduk untuk duduk di dewan direksi, sekaligus memberikan kekuasaan kepada pemimpin politik untuk mendorong penurunan tagihan," jelas salah seorang sekutu dekat Burnham.
Paket Pengurangan Biaya Hidup
Selain rencana nasionalisasi, Burnham juga diharapkan akan mengumumkan paket kebijakan untuk mengurangi beban biaya hidup masyarakat. Beberapa langkah yang sedang dipertimbangkan meliputi:
- Pembekuan sewa properti selama satu tahun untuk melindungi penyewa dari kenaikan biaya yang berlebihan
- Pembatasan tarif transportasi bus untuk memastikan aksesibilitas transportasi yang terjangkau
- Penghapusan pungutan hijau dari tagihan listrik yang akan dialihkan pembiayaannya melalui sistem perpajakan
Para pendukung kebijakan ini mengklaim bahwa kombinasi dari ketiga langkah tersebut dapat mengurangi tingkat inflasi sebesar 0,6 persen. Pembiayaan untuk program ini rencananya akan sebagian berasal dari peningkatan pajak atas keuntungan modal (capital gains tax).
Tantangan dan Kritik
Meskipun visi Burnham mendapat dukungan dari berbagai pihak, tidak sedikit yang menyuarakan kekhawatiran terhadap rencana ambisius ini. Kallum Pickering, kepala ekonom di bank investasi Peel Hunt, mempertanyakan kredibilitas ekonomi nasional Burnham yang belum teruji. Ia menyatakan keraguan apakah pendekatan regional yang diterapkan di Manchester dapat diterjemahkan secara efektif menjadi kebijakan nasional.
Kritik lain yang mengemuka adalah beban biaya yang harus ditanggung oleh pembayar pajak jika pemerintah mengambil alih perusahaan-perusahaan utilitas yang sedang bermasalah. Meskipun beberapa ahli hukum berpendapat bahwa proses ini bisa dilakukan dengan biaya yang jauh lebih rendah jika kreditor setuju untuk menerima kompensasi yang minim, namun skala finansial dari nasionalisasi tetap menjadi perhatian utama.
Selain itu, rencana ini juga berpotensi mengganggu program perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur yang menurut banyak ahli sangat mendesak diperlukan. Para pengkritik berpendapat bahwa kendali publik dapat mengurangi insentif bagi perusahaan untuk berinvestasi dalam pembaruan sistem, yang justru dibutuhkan untuk memastikan kualitas layanan jangka panjang.
Dampak terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Burnham berargumen bahwa biaya layanan esensial yang tinggi merupakan beban utama bagi anggaran keluarga Inggris dan menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi. Dengan mengembalikan kendali atas biaya-biaya tersebut kepada negara, ia yakin pemerintah dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih stabil dan adil bagi semua lapisan masyarakat.
Pidato Burnham di House of Commons pada Selasa mendatang akan menjadi ujian pertama dari komitmennya untuk mewujudkan visi ambisius ini. Dengan memasuki musim reses parlemen yang baru berakhir, Burnham memiliki waktu terbatas untuk meyakinkan para anggota parlemen bahwa rencana kepemilikan publik bukan sekadar retorika politik, melainkan solusi konkret untuk masalah-masalah ekonomi yang menghantui Inggris selama bertahun-tahun.
Keberhasilan atau kegagalan Burnham dalam mewujudkan agenda ini tidak hanya akan menentukan warisan politiknya, tetapi juga dapat mengubah lanskap ekonomi Inggris untuk generasi mendatang. dunia internasional pun memperhatikan dengan seksama bagaimana Inggris di bawah kepemimpinan Burnham akan mencoba menyeimbangkan antara kendali negara atas layanan publik dengan kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.