Nov 04, 2026
World

Wina — Terganjal Sanksi Perjalanan, Kepala Nuklir Iran Batal Hadiri Sidang IAEA

WINA — Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami, dilaporkan batal menghadiri Konferensi Umum tahunan Badan Energi Atom Internasional (IAE

Wina — Terganjal Sanksi Perjalanan, Kepala Nuklir Iran Batal Hadiri Sidang IAEA

WINA — Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami, dilaporkan batal menghadiri Konferensi Umum tahunan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang digelar di Wina, Austria. Absennya tokoh kunci program atom Teheran ini menandai pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir kepala nuklir Iran tidak hadir secara langsung di markas pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut.

Seorang pejabat diplomatik yang mengetahui langsung perihal delegasi tersebut mengonfirmasi bahwa kendala utama ketidakhadiran Eslami adalah pemberlakuan larangan perjalanan internasional (travel ban) yang masih aktif terhadap dirinya. Pembatasan ini berkaitan dengan keterlibatan masa lalunya dalam program pertahanan dan nuklir yang disanksi oleh Dewan Keamanan PBB dan negara-negara Barat.

Eskalasi Ketegangan Teheran dan Pengawas Nuklir PBB

Ketidakhadiran pejabat tertinggi nuklir Iran di forum multilateral paling prestisius ini terjadi di tengah memuncaknya kebuntuan diplomatik antara Teheran dan negara-negara Barat. Selama beberapa bulan terakhir, interaksi antara IAEA dan otoritas nuklir Iran terus mengalami pasang surut yang tajam.

"Langkah ini mencerminkan betapa rumitnya rintangan hukum dan sanksi internasional yang terus membayangi jalur diplomasi nuklir dengan Iran saat ini," ungkap seorang pejabat diplomatik senior di Wina.

Hubungan kedua pihak diwarnai ketegangan seputar tingkat pengayaan uranium Iran yang telah mencapai kemurnian 60 persen—mendekati batas teknis untuk pembuatan senjata nuklir 90 persen—serta penurunan transparansi operasional fasilitas atom di lapangan.

Kronologi Rangkaian Ketegangan Iran dan IAEA

  1. Pemberlakuan Sanksi Berkelanjutan: Mohammad Eslami masuk ke dalam daftar hitam sanksi internasional sejak menjabat posisi strategis di sektor industri pertahanan Iran, membatasi mobilitas diplomatiknya ke wilayah Eropa.
  2. Pembatasan Akses Inspektur: Iran secara sepihak mencabut akreditasi sejumlah inspektur senior IAEA asal Eropa, memicu kecaman keras dari Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi.
  3. Resolusi Dewan Gubernur IAEA: Negara-negara Barat seperti Inggris, Prancis, dan Jerman (E3) bersama Amerika Serikat sebelumnya meloloskan resolusi yang mendesak Teheran untuk segera kooperatif membuka kembali akses pengawasan menyeluruh.
  4. Ketidakhadiran di Wina: Batalnya lawatan Eslami ke Konferensi Umum IAEA membatasi ruang dialog tatap muka tingkat tinggi yang biasanya dimanfaatkan untuk mencairkan kebuntuan kesepakatan nuklir.

Tantangan Menghidupkan Kembali Diplomasi JCPOA

Para pengamat menilai absennya kepala AEOI akan semakin mempersempit peluang terobosan diplomatik informal di sela-sela sidang tahunan. Konferensi Umum IAEA kerap menjadi panggung strategis bagi delegasi Iran untuk melakukan pertemuan bilateral demi meredakan kekhawatiran global atas program pengayaan uraniumnya.

Meskipun Teheran diperkirakan tetap mengirimkan delegasi diplomatik tingkat duta besar, tidak hadirnya pengambil keputusan utama dinilai memperlambat proses komunikasi langsung dengan Dirjen IAEA Rafael Grossi untuk memulihkan pakta nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang kian rapuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll