Petenis putra andalan Jerman, Alexander Zverev, sukses mengukuhkan diri sebagai kampiun turnamen Grand Slam US Open setelah menumbangkan wakil tuan rumah, Ben Shelton, pada laga final yang berlangsung sengit di Arthur Ashe Stadium, Flushing Meadows, New York, pada Minggu malam waktu setempat.
Zverev mengunci kemenangan melalui pertarungan empat set dengan skor akhir 6-3, 7-6 (7/2), 5-7, dan 6-2. Kemenangan prestisius ini menjadi gelar Grand Slam kedua sepanjang karier profesional petenis berusia 29 tahun tersebut, sekaligus menuntaskan penebusan luka masa lalunya di turnamen yang sama.
Kronologi Pertandingan Menuju Takhta Juara
Laga final yang dipadati puluhan ribu penonton ini menyuguhkan drama adu servis keras dan reli baseline berkecepatan tinggi sejak gim pembuka. Berikut adalah ringkasan perjalanan laga hingga penentuan gelar juara:
- Set Pertama (6-3): Zverev tampil sangat tenang dan langsung mematahkan servis Shelton pada gim keempat. Mengandalkan persentase servis pertama yang mencapai 80 persen, Zverev mengamankan set pembuka tanpa menghadapi satu pun break point.
- Set Kedua (7-6 [7/2]): Shelton mulai bangkit dan mengandalkan servis kilatnya hingga memaksa babak tie-break. Namun, ketenangan mental Zverev terbukti lebih solid saat mengunci keunggulan 7-2 di babak penentuan.
- Set Ketiga (5-7): Didukung penuh oleh publik tuan rumah, Shelton menunjukkan daya juang luar biasa dengan mencetak break krusial pada gim ke-12 untuk memperpanjang napas pertandingan.
- Set Keempat (6-2): Zverev kembali menaikkan tempo permainan, memanfaatkan penurunan stamina Shelton, dan sukses dua kali mematahkan servis lawan sebelum memastikan gelar juara dengan sebuah backhand winner.
"Ini adalah momen yang sangat emosional bagi saya. Mengingat apa yang terjadi di stadion ini beberapa tahun silam, mampu kembali ke sini dan memegang trofi adalah mimpi yang menjadi kenyataan," ungkap Alexander Zverev dalam pidato kemenangannya.
Penebusan Luka 2020 dan Pupusnya Harapan Publik Amerika Serikat
Kemenangan ini terasa sangat berharga bagi Zverev. Pasalnya, pada final US Open 2020 silam, ia sempat unggul dua set sebelum akhirnya harus menelan kekalahan dramatis dari Dominic Thiem. Gelar kali ini menegaskan kematangan mental Zverev di panggung tertinggi tenis dunia.
Di sisi lain, kekalahan Ben Shelton memperpanjang rekor paceklik gelar Grand Slam tunggal putra bagi publik Amerika Serikat. Shelton gagal menjadi petenis putra AS pertama yang mengangkat trofi turnamen major sejak terakhir kali dicatatkan oleh Andy Roddick pada US Open 2003 silam.
- Total Durasi Laga: 3 jam 24 menit di lapangan utama Arthur Ashe Stadium.
- Statistik Servis: Zverev mencetak 18 ace berbanding 14 ace milik Shelton.
- Catatan Sejarah: Zverev menjadi petenis Jerman pertama yang memenangi lebih dari satu gelar Grand Slam tunggal putra sejak era Boris Becker.
Comments (0)