Nov 04, 2026
World

Laut Jawa — Tim SAR Kerahkan Drone Cari 120 Korban Kapal Terbalik

Operasi pencarian dan pertolongan besar-besaran terus digencarkan di perairan Laut Jawa menyusul tragedi terbaliknya kapal motor penumpang Virgo Transport

Laut Jawa — Tim SAR Kerahkan Drone Cari 120 Korban Kapal Terbalik

Operasi pencarian dan pertolongan besar-besaran terus digencarkan di perairan Laut Jawa menyusul tragedi terbaliknya kapal motor penumpang Virgo Transport 8. Tim SAR gabungan resmi mengerahkan penyelam spesialis dan unit pesawat nirawak bawah air (underwater drone) milik TNI Angkatan Laut pada Senin guna menyisir keberadaan lebih dari 120 orang yang dilaporkan masih hilang.

Insiden maritim ini memicu respons darurat skala penuh dari berbagai instansi maritim Indonesia. Fokus operasi kini diarahkan pada pemindaian bangkai kapal yang diperkirakan berada di kedalaman puluhan meter, tempat sebagian besar korban dikhawatirkan masih terjebak di dalam kompartemen kapal.

Kronologi dan Urutan Peristiwa

Berdasarkan data awal yang dihimpun oleh otoritas keselamatan pelayaran, kecelakaan laut ini terjadi secara cepat di tengah kondisi cuaca buruk yang melanda rute pelayaran antar-pulau:

  1. Keberangkatan dan Cuaca Buruk: Kapal feri Virgo Transport 8 bertolak membawa ratusan penumpang beserta muatan logistik sebelum dihantam gelombang tinggi dan angin kencang di tengah Laut Jawa.
  2. Kehilangan Keseimbangan: Sekitar tengah malam, kapal dilaporkan mengalami mati mesin mendadak, kehilangan daya manuver, lalu miring secara drastis setelah dihantam ombak besar dari sisi lambung.
  3. Kapal Terbalik: Dalam hitungan menit, kapal terbalik sepenuhnya. Sebagian penumpang yang berada di dek luar berhasil melompat, sementara puluhan lainnya terjebak di area kabin bawah.
  4. Sinyal Bahaya dan Evakuasi Awal: Sinyal marabahaya (mayday) diterima stasiun radio pantai terdekat, memicu peluncuran armada kapal patroli dan kapal nelayan sekitar untuk menyelamatkan puluhan korban selamat pada tahap awal.

Pengerahan Teknologi Sonar dan Pasukan Elit Penyelam

Memasuki fase kritis pencarian, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama TNI AL meningkatkan intensitas operasi dengan mengerahkan teknologi mutakhir. Armada kapal perang jenis korvet dan kapal survei hidrografi diterjunkan untuk memetakan dasar laut menggunakan perangkat multi-beam echo sounder dan side-scan sonar.

"Kami memanfaatkan teknologi deteksi bawah air dan drone kendali jarak jauh (ROV) untuk mengonfirmasi posisi lambung kapal tanpa membahayakan keselamatan personel di tengah arus bawah laut yang kuat," tegas salah satu perwira koordinasi SAR laut.

Penyelaman manual oleh tim gabungan Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Dislambair TNI AL dilakukan secara terukur mengikuti jendela pasang surut air laut. Prioritas utama penyelam adalah membuka akses menuju kabin penumpang utama yang dicurigai menjadi titik berkumpulnya para korban saat insiden berlangsung.

Tantangan Operasi dan Investigasi Keselamatan

Kondisi jarak pandang bawah laut yang sangat terbatas (zero visibility) serta arus laut yang deras menjadi kendala utama tim penyelamat di lapangan. Selain tantangan geografis, perbedaan data manifesto penumpang dengan jumlah riil orang di atas kapal kembali menjadi sorotan serius bagi regulator transportasi nasional.

  • Area Pencarian Diperluas: Radius sapuan permukaan laut kini diperlebar hingga radius 25 mil laut dari titik perkiraan kapal tenggelam.
  • Posko Trauma Center: Posko terpadu telah didirikan di pelabuhan terdekat guna melayani identifikasi jenazah serta pendampingan psikologis keluarga korban.
  • Penyelidikan KNKT: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menerjunkan tim investigasi untuk memeriksa kelaiklautan kapal serta kepatuhan prosedur keselamatan navigasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll