LONDON, BERITA TERCEPAT INTERNATIONAL — Orang tua murid sekolah dasar di Inggris diprediksi semakin tertekan secara finansial setelah biaya penitipan anak usia sekolah (after-school care) tercatat melonjak 42 persen dalam satu dekade terakhir. Tagihan tahunan kini bahkan menembus lebih dari £2.800 atau sekitar Rp60 juta per anak di sejumlah wilayah Inggris.
Lonjakan tersebut diungkap melalui analisis The Guardian terhadap data yang dikumpulkan oleh Coram, salah satu lembaga amal anak tertua di Inggris. Hasil analisis menunjukkan biaya tahunan penitipan pasca sekolah untuk anak usia 5 hingga 11 tahun naik 5 persen hanya dalam setahun terakhir, dari posisi sebelumnya menjadi rata-rata £2.636 per anak per tahun.
Aparatnya belum berhenti di situ. Angka rata-rata nasional itu jauh lebih rendah dibandingkan tagihan di wilayah-wilayah termahal, terutama di London dan kawasan pinggiran tenggara Inggris, di mana keluarga dengan dua anak yang sama-sama membutuhkan penitipan pasca sekolah bisa mengeluarkan lebih dari £5.600 per tahun.
Yang lebih membebani, angka tersebut belum memasukkan biaya klub sarapan pagi (breakfast clubs) maupun kegiatan ekstrakurikuler seperti les musik, olahraga, dan seni yang umumnya diikuti anak-anak setelah jam pelajaran resmi berakhir. Artinya, total pengeluaran riil keluarga untuk jam-jam di luar sekolah diperkirakan jauh lebih besar lagi.
Kronologi Kenaikan Biaya Penitipan Anak
- Satu dekade terakhir — Biaya penitipan pasca sekolah di Inggris tercatat naik 42 persen, jauh melampaui laju kenaikan upah keluarga pekerja pada periode yang sama.
- Tahun-tahun pandemi — Sejumlah penyedia layanan penitipan anak gulung tikar akibat pembatasan aktivitas dan menurunnya jumlah pendaftar, sehingga kapasitas layanan menyusut secara permanen.
- Era krisis biaya hidup — Kenaikan harga energi, sewa gedung, serta tuntutan kenaikan upah tenaga kependidikan mendorong penyedia menaikkan tarif kepada orang tua.
- Satu tahun terakhir — Tarif kembali naik 5 persen, membawa rata-rata biaya tahunan ke level £2.636 dan menembus £2.800 di wilayah termahal.
Kesenjangan Regional Semakin Lebar
Analisis data Coram juga menyoroti ketimpangan yang tajam antarwilayah. Keluarga di daerah pedesaan dan kota-kota industri di utara Inggris umumnya masih dapat menikmati tarif yang lebih rendah, sementara orang tua di ibu kota harus merogok kocek hampir dua kali lipat untuk layanan serupa.
"Kenaikan biaya penitipan anak usia sekolah kini berjalan lebih cepat daripada pendapatan keluarga pekerja, sehingga semakin banyak orang tua yang terpaksa mengurangi jam kerja mereka."
Pernyataan semacam itu menjadi sorotan utama laporan, karena menyingkap paradoks yang dihadapi keluarga bekerja: semakin lama mereka bekerja, semakin besar pula porsi gaji yang habis untuk membayar penitipan anak.
Dampak bagi Keluarga Pekerja, Terutama Ibu
Pakar ekonomi keluarga menilai lonjakan biaya ini berdampak tidak proporsional pada para ibu yang bekerja. Ketika tarif penitipan melampaui manfaat finansial dari jam kerja tambahan, banyak orang tua—mayoritas perempuan—memilih mengurangi jam kerja, menolak promosi, atau sepenuhnya keluar dari pasar kerja.
Kondisi ini berpotensi menekan produktivitas ekonomi nasional. Sektor-sektor yang bergantung pada tenaga kerja perempuan, mulai dari layanan kesehatan hingga pendidikan, berisiko kehilangan ribuan pekerja berpengalaman yang tak sanggup menanggung biaya penitipan anak.
Tekanan kepada Pemerintah Inggris
Lembaga amal dan organisasi orang tua kini menuntut pemerintah melakukan intervensi. Beberapa tuntutan yang diajukan antara lain:
- Perluasan subsidi penitipan anak usia sekolah, bukan hanya untuk anak usia dini.
- Pendanaan tambahan bagi penyedia layanan di wilayah termahal agar kesenjangan regional menyempit.
- Insentif bagi sekolah untuk membuka klub sarapan dan program pasca sekolah secara gratis atau murah.
- Investasi pelatihan tenaga kerja penitipan anak guna mengatasi kelangkaan staf.
Pemerintah Inggris sesungguhnya telah mengumumkan rencana perluasan dukungan penitipan anak dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sebagian besar skema tersebut difokuskan pada anak prasekolah, sehingga keluarga dengan anak usia sekolah dasar tetap menanggung beban biaya yang terus membengkak tanpa perlindungan memadai.
Masuk tahun ajaran baru, para orang tua di Inggris kini menghadapi kenyataan pahit: biaya menjaga anak tetap aman dan terawat selama beberapa jam setelah bel pulang bisa saja setara dengan cicilan sebuah mobil keluarga. Tanpa intervensi kebijakan yang signifikan, tren kenaikan diperkirakan akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
[SOCIAL_TWEET]: Biaya penitipan pasca sekolah di Inggris melonjak 42% dalam 10 tahun! Orang tua kini bayar hingga £2.800 per anak per tahun—belum termasuk klub sarapan & ekstrakurikuler. Simak kronologi lengkapnya. #Inggris #BiayaHidup[SOCIAL_TG]: 📊 BIAYA PENITIPAN ANAK INGGRIS TEMBUS £2.800 PER TAHUN — Naik 42% dalam satu dekade! Rata-rata nasional kini £2.636 per anak per tahun, belum termasuk klub sarapan dan ekstrakurikuler. Keluarga pekerja menjerat dalam paradoks: makin lama bekerja, makin besar porsi gaji habis untuk penitipan anak. Kronologi lengkap → Berita Tercepat International.
Comments (0)